Mengembangkan KTSP TIK SMA

kurikulum

Bagaimanakah kita akan mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terutama untuk mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) SMA ? Jika kita mengikuti KTSP TIK untuk tingkat SMA yang diberikan pemerintah (depdiknas), seharusnya pembagian kompetensi dasar/materi sesuai dengan berikut ini:

Kelas X: Pada awal pembelajaran biasanya guru memberikan pengantar TIK yang di dalamnya memuat etika dan moral dalam penggunakan TIK. Namun, biasanya siswa akan merasa bosan  karena materi ini terlalu teoritis dan sulit diterapkan dalam kondisi nyata saat ini. Selanjutnya, perangkat lunak pengolah kata. Materi ini biasanya diberikan untuk kelas X semester 1. Banyak sekolah yang menggunakan Microsoft Word sebagai perangkat lunaknya. Entah itu perangkat lunak asli atau bajakan biasanya kurang diperhatikan. Namun, sebagai seorang pengajar alangkah baiknya jika kita mulai membiasakan diri dan memberikan contoh kepada anak didik kita untuk menggunakan perangkat lunak asli atau menggunakan alternatif lain yaitu menggunakan open source, misalnya menggunakan writer (open office).

Di semester 2, menurut kurikulum, siswa SMA akan mendapat materi perangkat lunak pengolah angka, dan sekolah biasanya menggunakan Microsoft Excel. Alternatif lain, Anda bisa menggunakan calculator (open ofice).

Kelas XI: Di semester 1, biasanya siswa belajar internet dan perkembangannya termasuk di dalamnya pembuatan website (situs) dengan Notepad atau Frontpage bahkan menggunakan Dreamweaver. Sedangkan di semester 2, siswa akan mempelajari perangkat lunak database. Dalam praktiknya, biasanya sekolah menggunakan Microsoft Access atau Visual Basic, sekaligus siswa-siswa juga belajar tentang bahasa pemrograman. Sebagai guru, jika Anda ingin mengembangkan diri Anda dapat menggunakan software-software open source yang dapat di install di sistem operasi windows ataupun linux.

Kelas XII: Kebanyakan sekolah biasanya memberikan materi perangkat lunak grafis yang di dalamnya menggunakan perangkat lunak grafis berbasis vektor ataupun bitmap. Dalam praktiknya, biasanya banyak yang menggunakan Corel Draw atau Photosop. Ada juga yang menggunakan 3Ds Max untuk membuat animasi-animasi tiga dimensi.

Memberikan materi TIK di SMA memang penuh dengan dilematika. Dengan tuntutan kurikulum dari pemerintah, beban belajar yang diterima siswa dalam 1 minggu = 2jp tidaklah cukup untuk diterimakan. Padahal kita harus memberikan terori, sekaligus praktikkum. Belum lagi kemampuan siswa-siswa yang berbeda, ini juga akan berpengaruh terhadap kurikulum yang akan kita kembangkan. Kondisi lingkungan siswa pun juga berpegaruh terhadap kurikulum yang akan kita kembangkan. Akibatnya, kurikulum yang akan diberikan pada siswa-siswa di perkotaan akan berbeda dengan kurikulum yang akan diberikan pada siswa-siswa di pedesaan. Selain itu, kita juga harus memperhatikan kondisi psikis siswa SMA yang cenderung lebih menyukai praktikkum dari pada teori. Siswa SMA biasanya lebih suka dengan hal-hal praktis dan grafis dalam praktikku TIK.

Pada prinsipnya, materi TIK di SMA seharusnya disusun supaya kita (pengajar) dapat memberikan pengalaman pada siswa-siswanya untuk dapat mengenal TIK secara umum, bukan untuk menjadikan siswanya profesional dalam bidang tertentu. Sehingga ketika para siswa ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi para siswa tidak terlalu ketinggalan dengan siswa-siswa dari sekolah lain dan siap untuk mempelajari atau mendalami TIK.

Tantangan kita ke depan adalah bagaimana kita dapat mengembangkan kurikulum dengan software-software open source dan bukan menggunakan software bajakan. Agar TIK di Indonesia semakin maju sehingga bermanfaat bagi kehidupan kita.

One response to “Mengembangkan KTSP TIK SMA

  1. betul,, tuh.. masih banyak sekolah-sekolah yang belum mengerti juga tentang pentingnya mengatur pelajaran2 TIK yang super banyak pembahasannya serta praktiknya, TIK selalu di nomor sekiankan,, padahal ilmu yang didapat perlu untuk Perguruan tinggi nanti, misalnya ngetik 10 jari aja dulu… banyak yang belum bisa di SMA,, di SMP apalagi…. semoga terwjud generasi yang mampu menganalisa dan mempraktikkan ilmu TIK ini tidak hanya sebgai pelajaran ataupun jurusan tetapi keahlian yang membuat kita mudah..

    contohnya saya, saya sangat sering diminta membantu para teman2 saya yang lagi kena virus, printer rusak, internet gak jalan, nyari tugas lah pake kata kunci apa, nyari software baru lah sama saya, minta downloadtin…(no),,dll.. padahal saya cuma seorang yang sama dengan mereka “murid SMA”, masih ssuka nyoba2 dan lebih sering nyari ilmu praktis ketimbang belajar teori, jujur guru2 TIK di sekolah saya sungguh pemalas semua,, kadang masuk kadang enggak,, mungkin pada ditelan jaman tuh ilmunya gak tambah tinggi malahan tambah jadul…teknologi terus berkembang dan kurikulum yang sekarang belum pas untuk diterapkan, dan malahan kurang sekali..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s